Kamis, 23 Februari 2017

SEJARAH SINGKAT FARMAKOGNOSI



 Farmakognosi asal kata Pharmakon berarti obat dan gnosis berarti ilmu pengetahuan. Farmakognosi adalah pengetahuan mengenai obat. Definisi obat yakni bahan atau paduan bahan-bahan diarahkan untuk penyembuhan penyakit, itu definisi secara singkatnya. Istilah obat itu banyak dan bermacam-macam, ada obat jadi, obat paten, obat baru dan obat tradisional.

 Sejarah awal mulanya ilmu Farmakognosi dilaporkan pertama kali di Assiria pada 2500 sebelum masehi. Penggunaan tanaman obat sudah dikembangkan hal itu dibuktikan dari lempeng tanah liat yang memuat bahan kulit delima, opium, madu, minyak-minyak yang tersimpan baik di Perpustakaan Ashurbanipal di Assiria.  Di jaman Yunani kuno, Hippocrates taun 1446 sebelum masehi telah dikenal kayu manis, gentiana, gom arab dan lain-lain.

 Seorang ahli botani terkenal dari Swedia, Linnaeus di tahun 1737 menulis buku paling bermanfaat sejagad didunia tumbuhan “Genera Plantarum” yang pada akhirnya digunakan sebagai buku pedoman utama dari sistematika botani dan dirasakan manfaat ilmunya sampai sekarang terutama oleh mahasiswa Biologi dan Ilmu Pertanian.

 Farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss. Seorang apoteker dari Jerman dalam buku “Grundriss Der Pharmakognosie Des Planzenreisches” telah menggolongkan bahan obat dan simplisia secara morfologi. Sejak itu maka farmakognosi berkembang pesat setelah pertengahan abad ke-19 dari segi makroskopis-mikroskopis sampai teknik-teknik isolasi, identifikasi dan kromatografi untuk analisa kualitatif dan kuantitatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar